Artis/Model
Ingin Mendirikan Sekolah Basket
Mario Lawalata,-
Karir Mario Santo Mic kael Lawalata di ranah hiburan bisa dibilang cemerlang. Karirnya bermula saat Mario, be gitu sapaan akrabnya, mengikuti Ajang pen carian bakat sebuah majalah dan terpilih sebagai juara favorit. Semenjak itu tawaran tidak pernah berhenti menghampirinya.
Seabreg film telah dibintanginya, antara lain: “Mereka Bilang Saya Monyet”, Claudy And Jasmine, Setannya Kok Beneran, Mili Nathan, Skandal dan film terbarunya Cinta Sepanjang Amazon yang diadaptasi dari novel Mira W dengan judul yang sama.
Cowok kelahiran 3 Mei 1980 ini selain pandai berakting juga lihai dalam bermain basket. Hobi basket sudah digelutinya sejak kecil. Setelah sukses di dunia entertaint, cowok berzodiak Taurus ini mempunyai impian mendirikan sekolah basket untuk anak-anak Indonesia. Ingin tahu kepribadiannya lebih pria yang satu ini? Intrepreneur menghadirkannya untuk Anda.
Apa aja sih kesibukan Mario saat ini?
Saya baru selesai syuting film “Cinta Sepanjang Amazon”. Film ini adaptasi dari novelnya Mira W. Terus kemarin juga film saya baru keluar, “Skandal” judulnya. Saya bermain bersama Uli dan Mike. Paling akan sibuk promo film terbaru, Cinta Sepanjang Amazon itu. Proses syutingnya udah selesai, tinggal proses produksi mulai dari editing, lagu dsb. Mungkin sebentar lagi, kalo enggak ada kendala bulan Juni udah bisa beredar di bioskop Tanah Air.
Dalam film “Skandal” kan Mario berperan sebagai Antagonis, apakah tidak takut merusak image Mario?
Enggaklah, itu kan cuma peran. Setiap orang bisa berperan apa saja dalam sebuah film. Justru saya semakin tertantang dengan peran-peran baru dalam setiap film yang saya lakoni. Jadi enggak jenuh dengan satu karakter. Saya pikir masyarakat Indonesia sudah dewasa dalam menyikapi hal seperti ini, lagi pula saya kan tidak hanya bermain di film ini, di film “Setannya koq Beneran” malah komedi. Peran dalam film kan bisa berbalik 180 derajat dalam kehidupan nyata.
Ending dalam film “Skandal” itu kan masih teka-teki, enggak jelas siapa yang membunuh, Uli atau Mike, sengaja dibuat seperti itu?
Terserah Anda menafsirkan seperti apa. Apakah sudah berakhir atau belum. Uli atau Mike yang membunuh. Intinya, jawaban itu ada pada interpretasi Anda masing-masing. Kalo menurut mas sendiri siapa yang membunuh? (Mario balik bertanya kepada kru interpreneur).
Sejak kapan Mario terjun ke dunia entertaint?
Saya terjun ke dunia entertaint dari tahun 1994, sekitar tujuh belas tahun yang lalu. Pertama kali saya jadi model majalah Aneka. Tahun itu saya ikut ajang cover boy di majalah itu dan keluar sebagai juara favorit. Semenjak itu saya pemotretan terus sama majalah Aneka. Terus main sitkom. Baru setelah itu dapat tawaran iklan, sinetron, FTV (Film Televisi) dan layar lebar.
Gimana sih cara Mario menjaga stamina agar tetap fit menjalani rutinitas syuting dan pemotretan?
Yang pasti sih istirahat yang cukup. Tapi aku kan enggak tahu kadang kalau syuting sampai pagi. Terus paginya ada pemotretan. Yang terpenting harus menjaga pola makan, minum vitamin dan istirahat yang cukup. Aku sih setiap hari harus minum fitamin. Olahraga juga penting, cuma kalau syuting setiap hari kan aku susah juga bagi waktunya. Paling habis bangun tidur olahraga sendiri atau sebelum berangkat syuting dan pemotretan juga olahraga. Yang pasti harus berolahraga.
Olah raga apa yang Mario suka?
Basket. Aku suka olahraga basket. Tapi sekarang lagi rutin olahraga tinju karena mau ada pertandingan. Jadi sekarang double, basket sama tinju.
Kenapa memilih basket?
Saya udah cinta banget sama basket dari kecil. Menurut saya, basket itu olahraga yang komplit. Ini kan teamwork ya, jadi melatih kita untuk enggak egois. Kita juga harus mementingkan kepentingan tim, kerjasama tim, otak juga harus dipakai enggak cuma fisik. Fisik harus bagus tapi otak pun perlu. Basket itu seperti hidup buat saya.
Kalau boleh tahu, gaya pakain Mario sehari-hari seperti apa?
Aku seh simpel, ya, lebih ke sporty.
Karir Mario di dunia entertaint kan bisa dibilang sukses, ada impian lain enggak?
Impian saya banyak, saya ingin punya restoran, punya sekolah basket sendiri. Saya ingin anak-anak Indonesia dari kecil itu harus dikasih tahu, bahwa menjadi atlet itu, khususnya atlet basket, adalah sesuatu yang harus dicapai juga. Menjadi atlit merupakan suatu tujuan dan cita-cita. Kalo di Indonesia kan jarang ya orang yang mau menjadi atlet. Pastinya orang mau jadi pengusaha, pemain film, dan penyanyi. Jarang yang mau jadi atlet.
Usaha Mario untuk mempopulerkan basket di Indonesia seperti apa?
Paling aku mulai dari diri sendiri dulu. Sebenarnya tahun ini ingin main profe- sional tapi enggak sempat waktunya.
Terima kasih Mario, semoga sukses selalu. Ya, sama-sama.Fotografer: Mufti.






